A. Pengertian Wifi
Wi-Fi (
/ˈwaɪfaɪ/, juga ditulis Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi terkenal yang memanfaatkan peralatan
elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui
sebuah jaringan komputer, termasuk
koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan
wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang
didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu, karena
kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah
"Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim
"WLAN".
Sebuah alat yang dapat memakai Wi-Fi (seperti komputer pribadi,
konsol permainan video, telepon pintar, tablet, atau pemutar audio digital)
dapat terhubung dengan sumber jaringan seperti Internet melalui sebuah titik akses jaringan nirkabel. Titik akses (atauhotspot) seperti itu mempunyai jangkauan sekitar 20 meter
(65 kaki) di dalam ruangan dan lebih luas lagi di luar ruangan. Cakupan
hotspot dapat mencakup wilayah seluas kamar dengan dinding yang memblokir
gelombang radio atau beberapa mil persegi — ini bisa dilakukan dengan memakai
beberapa titik akses yang saling tumpang tindih.
"Wi-Fi" adalah merek dagang Wi-Fi Alliance dan nama
merek untuk produk-produk yang memakai keluarga standar IEEE 802.11. Hanya produk-produk
Wi-Fi yang menyelesaikan uji coba sertifikasi interoperabilitas Wi-Fi Alliance yang boleh memakai nama dan merek dagang
"Wi-Fi CERTIFIED".
Wi-Fi mempunyai sejarah keamanan yang berubah-ubah. Sistem
enkripsi pertamanya, WEP, terbukti mudah ditembus. Protokol berkualitas lebih tinggi
lagi, WPA dan WPA2, kemudian ditambahkan. Tetapi, sebuah fitur opsional yang
ditambahkan tahun 2007 bernama Wi-Fi
Protected Setup (WPS), memiliki celah yang
memungkinkan penyerang mendapatkan kata sandi WPA atau WPA2 router dari jarak
jauh dalam beberapa jam saja.[2] Sejumlah perusahaan
menyarankan untuk mematikan fitur WPS. Wi-Fi Alliance sejak itu memperbarui
rencana pengujian dan program sertifikasinya untuk menjamin semua peralatan
yang baru disertifikasi kebal dari serangan AP PIN yang keras.
B. Konsep Dasar Wifi
Kebutuhan
informasi melalui internet Dewasa ini pemakaian internet sebagai media untuk
memperoleh informasi secara cepat, mudah dan murah telah menjadi salah satu
kebutuhan berbagai kalangan. Hal ini tampak dari jumlah pengguna internet yang
semakin meningkat dari waktu ke waktu, baik untuk keperluan pendidikan, bisnis,
ataupun sekedar keperluan komunikasi serta hiburan. Namun penggunaan internet
sebagai media informasi saat ini masih dirasakan mahal apabila ditinjau secara
ekonomis
Apakah wireless internet itu dan mengapa perlu dikembangkan ? Wireless internet adalah internet yang menggunakan frekuensi radio dan bekerja pada kecepatan tinggi yaitu 11-54 Mbps, jauh lebih cepat daripada layanan internet melalui telefon yang dikelola PT TELKOM dengan kecepatan maksimum 56 Kbps.Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya sangat murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa Telkom, sehingga pemakai hanya dikenakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider/ISP-nya saja.
Apakah wireless internet itu dan mengapa perlu dikembangkan ? Wireless internet adalah internet yang menggunakan frekuensi radio dan bekerja pada kecepatan tinggi yaitu 11-54 Mbps, jauh lebih cepat daripada layanan internet melalui telefon yang dikelola PT TELKOM dengan kecepatan maksimum 56 Kbps.Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya sangat murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa Telkom, sehingga pemakai hanya dikenakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider/ISP-nya saja.
Apakah wireless internet itu dan mengapa perlu dikembangkan ? Wireless
internet adalah internet yang menggunakan frekuensi radio dan bekerja pada
kecepatan tinggi yaitu 11-54 Mbps, jauh lebih cepat daripada layanan internet
melalui telefon yang dikelola PT TELKOM dengan kecepatan maksimum 56 Kbps.
Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya sangat murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa Telkom, sehingga pemakai hanya dikenakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider/ISP-nya saja. Sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar masyarakat secara mandiri dapat lebih maju dalam berbagai hal, tentunya terobosan baru seperti wireless internet ini perlu mendapat perhatian dan dukungan khususnya dari kalangan perguruan tinggi dan pusat-pusat informasi (perpustakaan dll) sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati informasi secara lebih ekonomis. Bahkan apabila masyarakat sudah benar-benar memahami manfaat wireless internet, dapat dibentuk dan dikembangkan jaringan-jaringan di tingkat RT atau RW sehingga biaya pemakaian internet dapat ditekan menjadi sekitar Rp 150 s/d Rp 300 ribu per rumah setiap bulan untuk akses internet 24 jam. Prospek pengembangan wireless internet di Indonesia
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, sejauh ini telah beroperasi di Indonesia 2500+ node dan hal ini diperkirakan akan terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan harga berbagai perangkat pendukungnya yang semakin lama semakin murah. Atas dasar pemikiran dan kenyataan tersebut , UPT Perpustakaan ITB sebagai pusat informasi memandang perlunya melakukan penyebarluasan informasi mengenai teknologi wireless internet melalui demo instalasi ini. Wireless internet memungkinkan setiap orang yang memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber di seluruh dunia secara cepat dan murah, sehingga transfer pengetahuan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
Pemakaian wireless internet memungkinkan akses internet selama 24 jam dengan biaya sangat murah karena wireless internet tidak akan dikenakan pulsa Telkom, sehingga pemakai hanya dikenakan biaya pembayaran kepada Internet Service Provider/ISP-nya saja. Sebagai upaya untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar masyarakat secara mandiri dapat lebih maju dalam berbagai hal, tentunya terobosan baru seperti wireless internet ini perlu mendapat perhatian dan dukungan khususnya dari kalangan perguruan tinggi dan pusat-pusat informasi (perpustakaan dll) sehingga seluruh masyarakat dapat menikmati informasi secara lebih ekonomis. Bahkan apabila masyarakat sudah benar-benar memahami manfaat wireless internet, dapat dibentuk dan dikembangkan jaringan-jaringan di tingkat RT atau RW sehingga biaya pemakaian internet dapat ditekan menjadi sekitar Rp 150 s/d Rp 300 ribu per rumah setiap bulan untuk akses internet 24 jam. Prospek pengembangan wireless internet di Indonesia
Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, sejauh ini telah beroperasi di Indonesia 2500+ node dan hal ini diperkirakan akan terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan harga berbagai perangkat pendukungnya yang semakin lama semakin murah. Atas dasar pemikiran dan kenyataan tersebut , UPT Perpustakaan ITB sebagai pusat informasi memandang perlunya melakukan penyebarluasan informasi mengenai teknologi wireless internet melalui demo instalasi ini. Wireless internet memungkinkan setiap orang yang memperoleh informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber di seluruh dunia secara cepat dan murah, sehingga transfer pengetahuan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
C. Sejarah Awal Wifi
Sejarah teknologi 802.11 berawal pada
putusan Komisi Komunikasi Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM untuk pemakaian tanpa
lisensi.[3] Pada tahun 1991, NCR Corporation bersama AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem
kasir. Produk-produk nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.
Sejumlah besar paten oleh banyak
perusahaan memakai standar 802.11.[6] Pada tahun 1992 dan 1996, organisasi Australia CSIRO mendapatkan paten
untuk sebuah metode yang kelak dipakai di Wi-Fi untuk menghapus gangguan
sinyal.[7] Pada bulan April 2009, 14 perusahaan teknologi setuju
membayar $250 juta kepada CSIRO karena melanggar paten-paten mereka.[8] Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut sebagai temuan
Australia,[9] meski hal ini telah menjadi topik sejumlah kontroversi.[10][11] CSIRO memenangkan gugatan senilai $220 juta atas
pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta firma-firma global di Amerika
Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai $1 miliar.[8][12][13]
Tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai sebuah asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi
yang digunakan oleh banyak produk.[14]
Nama :
Istilah Wi-Fi, pertama dipakai secara komersial pada
bulan Agustus 1999,[15] dicetuskan oleh sebuah firma konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi
Alliance mempekerjakan Interbrand untuk menentukan nama yang "lebih mudah
diucapkan daripada 'IEEE 802.11b Direct Sequence'".[16][17][18] Belanger juga mengatakan bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai plesetan dari Hi-Fi (high fidelity);
mereka juga merancang logo Wi-Fi.
Wi-Fi Alliance awalnya memakai slogan periklanan untuk Wi-Fi, "The Standard for Wireless Fidelity",[16] tetapi kemudian menghapusnya dari pemasaran mereka.
Meski begitu, sejumlah dokumen dari Alliance tahun 2003 dan 2004 masih
menggunakan istilah Wireless Fidelity.[19][20] Belum ada pernyataan resmi mengenai penghapusan
istilah ini.
Teknologi non-Wi-Fi yang dibutuhkan untuk titik-titk
tetap seperti Motorola Canopy biasanya disebut nirkabel tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi
standar telepon genggam seperti 2G, 3G, atau 4G.
Sertifikasi Wi-Fi :
IEEE tidak menguji peralatan untuk
memenuhi standar mereka. Badan nirlaba Wi-Fi Alliance didirikan tahun 1999 untuk mengisi
celah ini — untuk menetapkan dan mendorong standar interoperabilitas dan kompatibilitas mundur, serta mempromosikan teknologi jaringan
wilayah lokal nirkabel. Pada 2010, Wi-Fi Alliance terdiri dari
lebih dari 375 perusahaan di seluruh dunia.[21][22] Wi-Fi Alliance mendorong pemakaian merek Wi-Fi kepada
teknologi yang didasarkan pada standar IEEE 802.11 dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Ini meliputi koneksi jaringan wilayah lokal nirkabel (WLAN), konektivitas alat-ke-alat
(seperti Wi-Fi Peer to Peer atau Wi-Fi Direct), jaringan wilayah pribadi (PAN), jaringan wilayah lokal (LAN), dan bahkan sejumlah koneksi jaringan wilayah luas (WAN) terbatas. Perusahaan manufaktur dengan keanggotaan Wi-Fi Alliance,
yang produknya berhasil melewati proses sertifikasi, berhak menandai produk
tersebut dengan logo Wi-Fi.
Secara spesifik, proses sertifikasi memerlukan
pemenuhan standar radio IEEE 802.11, standdar keamanan WPA dan WPA2, dan standar autentikasi EAP. Sertifikasi opsionalnya meliputi
pengujian standar draf IEEE 802.11, interaksi dengan teknologi telepon seluler
pada peralatan konvergen, dan fitur-fitur keamanan, multimedia, dan penghematan
tenaga.[23]
Tidak semua peralatan Wi-Fi dikirim untuk mendapatkan sertifikasi.
Kurangnya sertifikasi Wi-Fi tidak berarti bahwa sebuah alat tidak kompatibel
dengan alat Wi-Fi lainnya. Jika alat tersebut memenuhi syarat atau setengah
kompatibel, Wi-Fi Alliance tidak perlu berkomentar terhadap penyebutannya
sebagai sebuah alat Wi-Fi,[rujukan?] meskipun secara teknis hanya alat yang bersertifikasi
yang disetujui. Istilah seperti Super Wi-Fi, yang dicetuskan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS untuk mendeskripsikan rencana
jaringan pita TV UHF di Amerika Serikat, dapat disetujui atau tidak.
D. Frekuensi Wifi
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless
Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal
Nirkabel (Wireless Local Area Networks -
WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari
spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan,
spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas
cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat
nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan
untuk mengakses internet. Hal ini
memungkinan seseorang dengan komputer dengan
kartu nirkabel (wireless card) ataupersonal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan
menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan
spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini
ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
§ 802.11a
§ 802.11b
§ 802.11g
§ 802.11n
|
Spesifikasi
Wi-Fi
|
|||
|
Spesifikasi
|
Kecepatan
|
Frekuensi
Band |
Cocok
dengan |
|
b
|
|||
|
54 Mb/s
|
~5 GHz
|
a
|
|
|
54 Mb/s
|
~2.4 GHz
|
b, g
|
|
|
100 Mb/s
|
~2.4 GHz
|
b, g, n
|
|
Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh
Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin dari pengatur lokal
(misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang
lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang
ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi
pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz.
Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz),
berpusat di frekuensi berikut:
§ Channel 2 - 2,417 MHz;
§ Channel 3 - 2,422 MHz;
§ Channel 4 - 2,427 MHz;
§ Channel 5 - 2,432 MHz;
§ Channel 6 - 2,437 MHz;
§ Channel 7 - 2,442 MHz;
§ Channel 8 - 2,447 MHz;
§ Channel 9 - 2,452 MHz;
§ Channel 10 - 2,457 MHz;
§ Channel 11 - 2,462 MHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan
salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan
dan perangkat WLAN (wireless local
area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang
diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di
jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang
dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan
dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of
Electrical and Electronis Engineers(IEEE) berdasarkan standar teknis
perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya
tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless
Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b
diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang
lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk
perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi
perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi
5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan
komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua
faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat
mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing
atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket
digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat
access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang
dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang
perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang
relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis
teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah
mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun
2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di
Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika
Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga
akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau
meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
E. Penggunaan Wifi
Agar terhubung dengan LAN Wi-Fi, sebuah komputer perlu
dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan nirkabel. Gabungan komputer dan pengontrol antarmuka disebut stasiun. Semua stasiun berbagi
satu saluran komunikasi frekuensi radio. Transmisi di saluran ini diterima oleh
semua stasiun yang berada dalam jangkauan. Perangkat keras tidak memberitahu
pengguna bahwa transmisi berhasil diterima dan ini disebut mekanisme pengiriman
terbaik. Sebuah gelombang pengangkut dipakai untuk
mengirim data dalam bentuk paket, disebut "bingkai
Ethernet". Setiap stasiun terus terhubung
dengan saluran komunikasi frekuensi radio untuk mengambil transmisi yang
tersedia.
Akses Internet
Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung ke Internet ketika berada
dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang terhubung ke Internet.
Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi) — disebut hotspot — dapat mencakup
wilayah seluas beberapa kamar hingga beberapa mil persegi. Cakupan di wilayah
yang lebih luas membutuhkan beberapa titik akses dengan cakupan yang saling
tumpang tindih. Teknologi Wi-Fi umum luar ruangan berhasil diterapkan dalam jaringan
mesh nirkabel di London, Britania Raya.
Wi-Fi menyediakan layanan di rumah pribadi, jalanan besar dan
pertokoan, serta ruang publik melalui hotspot Wi-Fi yang dipasang gratis atau
berbayar. Organisasi dan bisnis, seperti bandara, hotel, dan
restoran, biasanya menyediakan hotspot gratis untuk menarik pengunjung.
Pengguna yang antusias atau otoritas yang ingin memberi layanan atau bahkan
mempromosikan bisnis di tempat-tempat tertentu kadang menyediakan akses Wi-Fi
gratis.
Router yang melibatkan modem jalur pelanggan digital atau modem kabel dan titik akses WI-Fi,
biasanya dipasang di rumah dan bangunan lain, menyediakan akses Internet danantarjaringan ke semua peralatan yang
terhubung dengan router secara nirkabel atau kabel. Dengan kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel),
pengguna bisa dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung ke
Internet melalui jaringan
seluler. Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan Symbian mampu menciptakan koneksi
nirkabel.[24] Wi-Fi juga menghubungkan
tempat-tempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan rumah
kebun.
Wi-Fi kota
Pada awal 2000-an, banyak kota di seluruh dunia mengumumkan
rencana membangun jaringan Wi-Fi sekota. Contoh usaha yang berhasil yaitu Mysore pada tahun 2004 menjadi kota Wi-Fi pertama di India dan kedua di
dunia setelah Jerusalem. Perusahaan WiFiyNet
mendirikan beberapa hotspot di Mysore, yang mencakup seluruh kota dan desa-desa
sekitarnya.[25]
Tahun 2005, Sunnyvale, California, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang menyediakan Wi-Fi
gratis dengan cakupan satu kota,[26] dan Minneapolis memperoleh penghasilan
$1,2 juta per tahunnya untuk penyedia jasanya.[27]
Pada bulan Mei 2010, Walikota London, Britania Raya, Boris Johnson berjanji akan membangun
jaringan Wi-Fi yang mencakup seluruh London tahun 2012.[28] Sejumlah borough, termasuk
Westminster dan Islington[29][30] sudah memiliki cakupan
Wi-Fi terbuka yang luas.
Para pejabat di ibu kota Korea Selatan, Seoul, berusaha
menyediakan akses Internet gratis di lebih dari 10.000 lokasi di seluruh kota,
termasuk ruang terbuka publik, jalan utama, dan kawasan permukiman padat
penduduk. Seoul akan menyerahkan pengoperasiannya kepada KT, LG Telecom dan SK
Telecom. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menginvestasikan $44 juta untuk
proyek ini, yang akan rampung tahun 2015.[31]
Wi-Fi kampus
Banyak kampus tradisional di Amerika Serikat memiliki cakupan
Internet Wi-Fi nirkabel yang setengah-setengah. Carnegie Mellon University membangun jaringan Internet sekampus pertama bernama Wireless
Andrew di kampus Pittsburgh-nya tahun 1993 sebelum
merek Wi-Fi muncul.[32][33][34]
Pada tahun 2000, Drexel
University di Philadelphia menjadi universitas besar pertama di Amerika
Serikat yang memiliki akses Internet nirkabel di seluruh kampusnya.[35]
Komunikasi langsung antarkomputer
Wi-Fi juga memungkinkan komunikasi langsung dari satu komputer
ke komputer lain tanpa melalui titik akses. Ini disebut transmisi Wi-Fi ad hoc. Mode jaringan ad hoc nirkabel ini dipopulerkan oleh konsol permainan genggam multipemain, seperti Nintendo DS, Playstation
Portable, kamera digital, dan
peralatan elektronik konsumen lainnya. Sejumlah alat juga dapat berbagi koneksi Internetnya
menggunakan ad-hoc, menjadi hotspot atau "router virtual".[36]
Sama halnya, Wi-Fi Alliance mempromosikan sebuah spesifikasi
bernama Wi-Fi Direct untuk transfer berkas dan berbagi media melalui metodologi
pencarian dan keamanan yang abru.[37] Wi-Fi Direct diluncurkan
bulan Oktober 2010.[38]